Senin, 01 Juli 2013

Karakteristik Utama Beton

Sebelumnya kita sudah membahas kekurangan dan kelebihan beton. Siapa sih diantara engineering civil disini yang gak tau beton, yaa betul sekali beton adalah salah satu bahan kontruksi bangunan, jembatan dll yang kuat dan sangat mudah dibuat dan lebih murah, disini saya akan menjelaskan beberapa karakteristik bagian bagian beton :) cek cek .... Ada empat karakteristik utama dari beton, yaitu : Workability, Cohesiveness, Strength, dan Durability. Beton memiliki tiga kondisi tahapan bentuk, yaitu : Plastic, Setting, dan Hardening. TAHAPAN KONDISI BETON
Tahap Plastis. Ketika bahan-bahan beton pertama kali dicampurkan, bentuknya menyerupai sebuah “adonan”. Lunak, encer, sehingga dapat dituang dan dibentuk menjadi bermacam-macam bentuk. Tahapan ini dinamakan kondisi plastis. Beton harus dalam kondisi plastis pada saat penuangan (pengecoran) dan pemadatan (kompaksi). Karakteristik yang paling penting di kondisi plastis ini adalah workability dan cohesiveness. Kaki kita akan tenggelam jika mencoba berdiri di atas beton yang masih dalam kondisi plastis. Tahap Setting. Selanjutnya, beton akan mulai mengeras dan kaku. Ketika beton tidak lagi lunak, dan mulai mengeras, kondisinya dinamakan setting. Setting terjadi setelah kompaksi (pemadatan) dan pemolesan akhir (finishing). Beton yang basah seperti becek akan lebih mudah ditempatkan tetapi lebih sulit untuk dilakukan finishing. Jika kita menginjakkan kaki di atas beton yang sedang setting, kaki kita tidak akan tenggelam, tetapi jejak kaki kita akan muncul di permukaan beton tersebut. Tahap Pengerasan (hardening). Setelah melalui tahap setting, beton mulai mengeras dan mencapai kekuatannya. Karakteristik yang ada pada tahap ini adalah kekuatan dan durabilitas (daya tahan). Kaki kita tidak akan meninggalkan jejak jika diinjakkan di atas beton yang sudah mengeras. WORKABILITY Workability adalah kemampuan untuk dilaksanakan atau dikerjakan, yang meliputi bagaimana beton itu mudah untuk dibawa dan ditempatkan di mana-mana, mudah dikerjakan, mudah dipadatkan, dan mudah untuk dilakukan finishing. Beton yang cenderung “kering” alias kekurangan air tentu saja agak susah dibentuk, susah dipindahkan, bahkan nantinya susah difinishing. Kalo tidak dibangun dengan benar, beton tersebut tidak akan kuat dan tahan lama. Workability beton dapat diuji dengan melakukan slump test. Pengujian ini akan dibahas di bagian ke-3. Apa saja yang mempengaruhi workability? 1. Jumlah semen pasta (adukan semen). Semen pasta adalah campuran semen dan air. Semakin banyak pasta semen yang dicampur dengan aggregat kasar dan halus, maka semakin besar workabilitynya. 2. Tingkat gradasi aggregat. Well-graded (tergradasi dengan baik), permukaan halus, dan bentuk cenderung bulat cenderung meningkatkan workability dari campuran beton. Untuk meningkatkan workability, dapat dilakukan dengan • Menambah pasta semen (air + semen) • Menggunakan well-graded aggregat • Menggunakan admixture Warning!! Sebaiknya hindari peningkatan workability dengan menambahkan air saja, sebab dapat menurangi kekuatan dan daya tahan beton.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.